Di banyak fasilitas pangan, dokumen HACCP tersusun rapi, tabel hazard analysis terisi penuh, dan audit internal terasa berjalan normal. Namun di sisi lain, masih ditemukan kontaminasi silang, deviasi proses yang berulang, hingga temuan audit eksternal yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Situasi ini memunculkan satu pertanyaan penting:
“Jika HACCP sudah diterapkan, mengapa risiko tetap terjadi?”
Dalam banyak kasus, jawabannya tidak terletak pada kurangnya prosedur, tetapi pada hazard analysis yang sejak awal tidak benar-benar mencerminkan kondisi proses di lapangan. Analisis bahaya yang terlalu umum, hasil menyalin template, atau tidak berbasis real process flow, sering kali membuat sistem HACCP hanya kuat di atas kertas, tetapi lemah dalam praktik.
Memahami Hazard Analysis dalam HACCP
Hazard analysis adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik pada setiap tahapan proses, menilai tingkat risikonya, serta menentukan cara pengendaliannya.
Tahap ini bukan sekadar formalitas awal HACCP. Hazard analysis adalah pondasi utama yang menentukan:
Ketika hazard analysis disusun secara tidak akurat, maka seluruh sistem di atasnya termasuk penetapan CCP, batas kritis, monitoring, dan tindakan koreksi akan ikut melenceng.
Peran Strategis Hazard Analysis
Hazard analysis seharusnya berfungsi sebagai alat analisis risiko, bukan hanya daftar potensi bahaya. Perannya sangat strategis karena menjadi dasar dalam:
Dengan kata lain, kualitas hazard analysis akan langsung memengaruhi ketepatan CCP dan efektivitas pengendalian di lapangan.
Kesalahan Kritis yang Sering Terjadi dalam Hazard Analysis HACCP
Kesalahan dalam hazard analysis jarang terlihat secara langsung. Namun dampaknya biasanya muncul dalam bentuk CCP yang “ramai” tetapi tidak efektif, kontrol yang tidak relevan, atau masalah keamanan pangan yang terus berulang.
Berikut beberapa kesalahan paling umum yang sering tidak disadari:
Tentu saja kesalahan-kesalahan tersebut akan memberikan dampak terhadap CCP dan pengendalian di lapangan.
Dampaknya terhadap CCP serta Pengendalian di Lapangan
Kesalahan dalam hazard analysis jarang langsung terlihat. Namun dampaknya akan muncul seiring berjalannya sistem HACCP, terutama pada penetapan CCP dan efektivitas kontrol di lapangan.
Beberapa dampak paling umum antara lain:
Ketepatan CCP Selalu Dimulai dari Kualitas Hazard Analysis
Hazard analysis yang terlalu umum, tidak berbasis kondisi aktual, atau hanya menyalin template akan membentuk sistem HACCP di atas fondasi yang rapuh. Dampaknya bukan hanya pada kesalahan penentuan CCP, tetapi juga pada lemahnya efektivitas pengendalian di lapangan.
HACCP yang kuat tidak dibangun dari banyaknya prosedur, melainkan dari ketajaman analisis risiko yang mendalam, realistis, dan terus divalidasi dengan kondisi proses.
Jika hazard analysis disusun bertahun-tahun lalu, jarang diverifikasi di lapangan, atau terlalu bergantung pada template, ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Foresta Consulting mendampingi organisasi dalam melakukan hazard analysis berbasis risiko nyata, observasi proses, dan pendekatan praktis agar sistem HACCP tidak hanya kuat secara dokumen, tetapi juga efektif dalam operasional.
Hubungi Foresta Consulting untuk review hazard analysis dan penguatan sistem HACCP Anda, dan pastikan pengendalian keamanan pangan bekerja di titik yang paling menentukan.